Manfaat Asuransi

life insurance

Definisi Asuransi
Pengertian mengenai asuransi telah dijabarkan dalam berbagai perundang-undangan di Indonesia, antara lain KUHD dan UU Nomor 2 Tahun 1992 tentang usaha perasuransian berserta peraturan pelaksanaannya, serta pendapat ahli di bidang asuransi. Berdasarkan rumusan Pasal 246 KUHD memberikan pengertian asuransi secara jelas dan tegas sebagai berikut:

“Asuransi atau pertanggungan adalah suatu persetujuan/perjanjian, dengan mana seseorang yang menjamin (penanggung) mengikatkan diri kepada seseorang yang dijamin (tertanggung) dengan menerima suatu premi, untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan diderita oleh yang dijamin (tertanggung) akibat dari suatu peristiwa yang tidak pasti”.

Berdasarkan rumusan diatas , maka ditemukan empat unsur dalam asuransi, yaitu:

  1. Asuransi merupakan suatu bentuk persetujuan/perjanjian antara tertanggung dan penanggung.
  2. Pihak terjamin (tertanggung) berjanji akan membayar uang premi kepada pihak penjamin (penanggung), sekaligus atau secara berangsur-angsur
  3. Pihak penjamin (penangung) berjanji akan membayar sejumlah uang kepada pihak terjamin (tertanggung), sekaligus atau berangsur-angsur apabila unsur ketidakpastian terjadi
  4. Suatu peristiwa yang belum jelas akan terjadnya.

Pengertian asuransi di atas mengandung unsur-unsur yang sama dengan Pasal 1 UU Nomor 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian.

Manfaat Asuransi
Banyak manfaat yang dapat dipetik oleh individu atau perusahaan dari kegiatan perasuransian, seperti perasaan aman yang diperoleh tertanggung atas risiko-risiko yang mungkin timbul dimasa yang akan datang. Dibawah ini beberapa manfaat asuransi menurut pandangan Riegel dan Miller, sebagaimana dikutip oleh Abbas Salim (Abbas Salim, 2000, hal:12)

  1. Asuransi menyebabkan atau membuat masyarakat dan perusahaan-perusahaan berada dalam keadaaan amam. Dengan membeli asuransi, para pengusaha akan menjadi tenang.
  2. Dengan asuransi, efisiensi perusahaan dapat dipertahankan. Guna menjaga kelancaran perusahaan, maka dengan asuransi resiko dapat dikurangi.
  3. Penarikan biaya akan dilakukan seadil mungkin (the equitable assestment of cost). Ongkos-ongkos asuransi harus adil menurut besar kecilnya risiko yang dipertanggungkan.
  4. Asuransi sebagai dasar pemberian kredit.
  5. Asuransi merupakan alat penabung, umpamanya dalam asuransi jiwa.
  6. Asuransi dapat dipandang sebagai suatu sumber pendapatan (earning power). Sumber pendapatan ini didasarkan kepada financing the business.

Menurut OECD (OECD Tax Policies Studies No.3, 2001, hal:65), seluruh manfaat dari asuransi jiwa dapat terbentuk dari 3 sumber:

  1. dari pengembalian premi yang telah dibayarkan,
  2. pengaruh pengumpulan bagian premi asuransi jiwa murni,
  3. peningkatan nilai manfaat lebih dari premi yang menjadi bagian dari tabungan.

Secara umum, manfaat yang diberikan oleh perusahaan asuransi adalah manfaat yang dijanjikan (guaranteed benefit) dan bonus.

%d bloggers like this: